brief article
Climate change is here and has disrupted the many aspects of our life, ranging from increased natural disaster, food insecurity, and resource scarcity.
.
Teknologi dan transformasi digital bagaikan pedang bermata dua di sistem sosial masyarakat.
Di satu sisi, teknologi mendemokratisasi arus informasi, memungkinkan pengguna internet melakukan produksi, distribusi, dan konsumsi informasi di saat yang bersamaan. Informasi tidak lagi bersifat tersentralisasi satu arah atau one to many seperti logika media konvensional, namun berubah menjadi many to many. Di sisi lain, derasnya arus informasi berpotensi menjadi kontraproduktif karena menimbulkan ilusi pengetahuan, mengaburkan batasan fakta dan opini, serta peran ilmuwan dan masyarakat awam. Dampak dari fenomena ini dapat dilihat baik dari level individu maupun kolektif. Untuk menengahi fenomena tersebut, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mengkomunikasikan sains secara lebih transparan dan terintegrasi kepada masyarakat luas.
Jika masih ada di antara kita yang memaknai perubahan iklim sebatas siklus lingkungan yang berubah, maka sudah saatnya cara pandang itu kita geser. MegaShift Fisipol UGM Faktanya, disrupsi ini telah menjelma menjadi problem akut yang menjangki semua dimensi, yurisdiksi dan yang paling menakutkan: lintas-generasi.
.
The increase of climate-related disasters for the past few years has ringed the alarm for climate adaptaon.
.
Ruang Siber Dalam Teritorial Negara
Relevansi Studi Pembentukan Negara-Bangsa di Era Digital
Studi tentang pembentukan negara bangsa dalam hubungan internasional telah berkembang dengan pesat. Perkembangan teori untuk mempelajari mengenai pembentukan negara kuno, pembentukan negara bangsa awal, dan juga pembentukan negara modern telah mendominasi studi Hubungan Internasional. Beberapa teori juga diperkenalkan seperti teori voluntary theories dan juga conflict theories untuk mempelajari topik ini.
.
Pada pertengahan bulan September 2021, saya diundang oleh tim dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada, UGM. Saat itu, saya diminta untuk berbagi cerita mengenai tantangan dan peluang pelaksanaan kelas Kecerdasan Digital yang saya kelola bersama dengan kolega-kolega di Center for Digital Society (CfDS), tempat di mana saya bekerja. Dengan latar belakang profesional saya, saya menekankan pentingnya peningkatan literasi dan kemampuan digital mahasiswa Indonesia, karena transformasi digital yang ada telah mendisrupsi pasar kerja saat ini.