Universitas Gadjah Mada
  • Article
    • Perubahan Iklim
    • Revolusi Digital
    • Pandemi
    • Brief Article
  • E-Book
  • Siniar
  • Video
  • Agenda
  • Berkontribusi
  • Tentang Megashift
  • Beranda
  • Rizky Alif Alfian
  • Rizky Alif Alfian
  • page. 2
Arsip:

Rizky Alif Alfian

Wisata Seks Online dan Implikasinya Terhadap Pekerja Seks: Kajian Pariwisata & Rekreasi

brief articleRevolusi Digital Wednesday, 27 December 2023

Beberapa negara telah melegalkan wisata seks karena keuntungan yang diperoleh, di sisi lain, banyak negara melarang bisnis ini karena salah satu bentuk kejahatan hak asasi manusia paling buruk (Leung, 2015: 83). Masalahnya, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) digunakan untuk mempromosikan bisnis ini, sementara pekerja seks memindahkan bisnisnya secara digital. Fenomena tersebut membuat pekerja seks menjadi rentan terhadap tindakan kejahatan seksual, apalagi bisnis wisata seks sering melibatkan anak dibawah umur untuk diperdagangkan secara seksual (Jeffreys, 2010: 185). Dengan demikian, tulisan ini menjelaskan perubahan aktivitas industri wisata seks akibat disrupsi teknologi. read more

Menyoal Ketentuan Pemungut PPN Digital Indonesia dan Thailand: Sudahkah Sesuai Goal Awal?

brief articleRevolusi Digital Monday, 20 November 2023

Pendahuluan

Selama beberapa tahun terakhir, terdapat kekhawatiran bahwa struktur pajak tradisional tidak mampu mengejar pertumbuhan ekonomi digital yang pesat. Kemampuan pemerintah untuk mengumpulkan pajak melemah karena transaksi lintas batas akibat digitalisasi. Sementara, sektor produk digital terus berkembang meski pandemi Covid-19 telah melemahkan ekonomi global. Akibatnya, penerapan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang efektif pada perdagangan digital semakin urgen. Namun, terdapat tantangan utama terkait pemungutan PPN yang kurang efektif atas penjualan layanan online dan produk digital oleh penjual asing (OECD/WBG/ADB, 2022). read more

AI Chatbot: Against Loneliness and Grey Digital Divide in Elderly

brief articleRevolusi Digital Monday, 13 November 2023

As human beings, the elderly require social interaction just like anyone else. Studies conducted by Sanjaya and Rusdi (2012), Amalia (2013), and Nuraini et al. (2018) have shown that social interaction can reduce loneliness in older adults. Unfortunately, many older adults experience social exclusion, leading to a lack of social participation and isolation, as Balard et al. (2019) noted. This social exclusion directly impacts senior’s mental health, leading to loneliness, a global problem that can result in depression and suicide. According to the Ministry of Health (2013), only 16% of older adults in Indonesia do not experience loneliness. The remaining 69% are mildly lonely, 11% are moderately lonely, and 2% are severely lonely. It is concerning that in 2045, Indonesia is predicted to experience a surge in the number of older adults, with one in five people over 60 years old (Harsono, 2022). Furthermore, access to mental health services is costly and focuses primarily on physical needs (Ryu et al., 2020). read more

Kajian Gender: Menelisik Trend Perempuan di Bisnis Kuliner Online

brief articleRevolusi Digital Monday, 30 October 2023

Saat ini, melalui media sosial, para penggiat kuliner lokal maupun pengusaha berusaha untuk mendobrak sektor ekonomi kreatif, khususnya dari kalangan perempuan. Perempuan adalah kunci bagi inovasi yang bersifat lokal, baik di sektor sukarela maupun perdagangan (Maddock, 1998). Perempuan cenderung mendominasi bisnis kuliner terutama dalam menciptakan inovasi baru. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang bekerja sama dengan Badan Pusat Statistika (BPS), per tahun 2018-2021 mencatat penyerapan tenaga kerja tertinggi di sektor ekonomi kreatif yaitu kuliner, sebesar 56.86% dengan mayoritas tenaga kerja adalah perempuan. Pada awal tahun 2021, sejak pandemi Covid-19 muncul, bisnis kuliner lokal banyak diinisasi dari media sosial seperti Instagram, Facebook, YouTube, dan Twitter. Beberapa akun di media sosial tersebut mendemonstrasikan resep-resep kuliner lokal seperti akun Instagram @yummy.idn dengan jumlah follower 2.6 juta serta @lilik_indrayani_81 dengan jumlah follower 262 ribu. Adapun, perempuan rata-rata menjadi kontributor dalam setiap konten di media sosial yang berkaitan dengan perdapuran. Popularitas program memasak seperti MasterChef Indonesia dan keberhasilan perempuan dalam menduduki gelar juara dalam perdapuran juga semakin mendorong trend bisnis kuliner lokal. read more

Disrupsi Intimacy dan Dampaknya dalam Penipuan dengan Modus Romansa Cinta

brief articleRevolusi Digital Monday, 23 October 2023

Transformasi digital menimbulkan disrupsi dalam praktik keintiman (intimacy) masyarakat. Sebagai bentuk hubungan afektif, keintiman telah melalui berbagai perubahan (Giddens, 1992 dalam Valentine, 2006). Meski demikian, praktik keintiman dengan basis kenikmatan bersama (mutual satisfaction) nampaknya menjadi semakin mengemuka (Manasikana dan Noviarni, 2021). Dalam konteks ini, konsep cinta menjadi cair (liquid love), di mana afeksi diekspresikan dalam hubungan antar-individu tanpa harus dilandasi oleh ikatan tertentu (Bauman, 2003 dalam Muniruzzaman 2017). Pergeseran menuju liquid love ini, di satu sisi, difasilitasi oleh transformasi digital. Di lain sisi, mengemukanya liquid love juga mendorong munculnya praktik keintiman berbasis ketidakjujuran. Hal ini tercermin, misalnya, dalam bentuk penipuan dengan modus romansa cinta. Artikel ini berusaha menggambarkan tren transformasi keintiman dalam kaitannya dengan transformasi digital. Secara khusus, artikel ini juga merumuskan strategi untuk menangani praktik keintiman yang berbasis ketidakjujuran. read more

Pandemi: Tantangan Penyelenggaraan Pelayanan Kesejahteraan Sosial

brief articlePandemi Monday, 16 October 2023

Pada awal tahun 2020, Indonesia menetapkan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) sebagai bencana nasional. COVID-19 mendorong disrupsi serius dalam praktik pelayanan kesejahteraan sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Disrupsi dalam penyelenggaran pelayanan kesejahteraan sosial terjadi dalam pelayanan adopsi anak dan penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Pelayanan adopsi anak memerlukan waktu pelayanan yang cukup lama dan melibatkan multilevel stakeholders. Pandemi kemudian memperpanjang proses adopsi anak yang otomatis merugikan masyarakat. Sedangkan pada penanganan ODGJ, pelayanan kesejahteraan sosial mengalami disrupsi karena pemberlakuan PPKM. Penanganan ODGJ di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rehabilitasi Sosial menjadi lebih selektif dalam menerima klien, bahkan sampai menutup diri dari penerimaan klien untuk sementara waktu karena ketakutan terjangkit virus. Penanganan ODGJ terpapar COVID-19 tentu saja memerlukan tenaga ekstra daripada penanganannya dalam kondisi normal, mengingat beratnya penanganan ODGJ yang hilang kendali. read more

Meninjau Dimensi Moralitas dalam Artificial Intelligence: Haruskah Manusia Mengorbankan Esensi Kemanusiaan untuk Membangun Peradaban?

brief articleRevolusi Digital Monday, 18 September 2023

Sudah tidak diragukan lagi bahwa Artificial Intelligence (AI) merupakan temuan paling penting dalam sejarah peradaban manusia abad ini. Teknologi AI mengalami perkembangan yang sangat signifikan, hingga mencapai titik di mana sistem dan algoritmanya mulai memainkan peranan yang semakin vital dalam proses-proses pengambilan keputusan yang sarat nilai bagi masyarakat (Taeihagh, 2021). Terlepas dari potensi manfaat AI untuk menyelesaikan berbagai masalah kemanusiaan, evolusinya yang sangat radikal dalam beberapa dekade belakangan memunculkan banyak diskusi yang berkaitan dengan dimensi moralitas. Kemampuan teknologi AI untuk meniru dan bahkan melampui kecerdasan natural berpotensi mengaburkan batasan eksistensi umat manusia (Li, 2021), sehingga isu mengenai dimensi moralitas ini semakin penting untuk didiskusikan guna memastikan bahwa pembangunan teknologi AI sebagai sebuah machine learning tidak membahayakan manusia sebagai makhluk moral (Bostrom & Yudkowsky, 2014). Berkaitan aspek moralitas, penulis memahami bahwa AI setidaknya telah menciptakan disrupsi terhadap konsepsi dominan terkait manusia, karena: (1) AI memberikan ancaman nyata terhadap esensi kemanusiaan yang didefinisikan dari monopoli manusia atas kesadaran diri dan aspek relasional; (2) integrasi AI akan mengikis kebebasan dan keagensian manusia; dan (3) AI memiliki keterbatasan akuntabilitas yang bisa menghilangkan batas-batas moralitas.   read more

Fenomena New Public Sphere: Disrupsi Media Sosial yang Mempengaruhi Gaya Artikulasi Kepentingan Publik Masa Kini

brief articleRevolusi Digital Monday, 28 August 2023

Humida (2015) meyakini bahwa ketika teknologi tertentu diadopsi secara luas, maka hal itu akan mengubah masyarakat dengan cara yang luar biasa. Pernyataan Humida (2015) menggambarkan bagaimana disrupsi media sosial memicu munculnya fenomena ‘new public sphere’ atau ruang publik baru yang mempengaruhi gaya artikulasi kepentingan publik masa kini. Keberadaan media sosial menawarkan alternatif bagi publik untuk memaksimalkan partisipasinya dalam penyelenggaraan pemerintahan. Media sosial mengubah cara-cara advokasi lama melalui inovasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin mempermudah publik dalam menyuarakan pendapatnya, mengawasi jalannya pembangunan dan pemerintahan, bahkan mampu mempengaruhi diskresi kebijakan (Smith & Niker, 2021). read more

Dating Apps & Risikonya Terhadap Anak Muda: Kajian Budaya Siber

brief articleRevolusi Digital Monday, 19 June 2023

Penggunaan internet menimbulkan beberapa kekhawatiran karena banyak digunakan untuk aktivitas seksual oleh anak. Di samping itu, teknologi komunikasi seperti aplikasi kencan berpotensi memfasilitasi perilaku kejahatan seksual. Hal ini mendorong potensi paparan konten pornografi meningkat secara dramatis. Survei yang dilakukan Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan & Kebudayaan tahun 2018 menunjukan paparan konten pornografi di kalangan remaja sebesar 91,6 persen yang sebagian besar disebabkan oleh internet (Astuti, Nur’aini, Hariyanti & Pratiwi. 2018: 2). Jika dilihat dari perspektif kebutuhan, aktivitas seksual memang merupakan kebutuhan fisiologis manusia (Maslow, 2000: 4). Aktivitas seksual yang dimediasi teknologi (cybersex) sebenarnya sah-sah saja bagi orang dewasa. Namun, cybersex oleh anak-anak adalah persoalan yang berbeda. Selain mengancam tumbuh kembang psikologi anak, anak dapat menjadi sasaran kejahatan siber. Artikel ini mendalami implikasi perkembangan cybersex dan mengusulkan sejumlah strategi untuk melindungi anak dari bahaya cybersex. read more

Bagaimana  Perubahan  Iklim  Mendisrupsi Konstruksi  Realitas  Media Online Indonesia?

brief articlePerubahan Iklim Monday, 12 June 2023

Dalam beberapa tahun terakhir ini, bencana hidrometerologi berupa banjir dan longsor yang disebabkan oleh  perubahan iklim kian nyata dan sudah  tidak terelakkan lagi di berbagai belahan bumi, termasuk di Indonesia. Catatan The International  Disaster Database EM-DAT secara global menyatakan bahwa dalam rentan waktu 1900-2023, jumlah kejadian bencana naik drastis, khususnya mulai tahun 1980-an dengan rata-rata kenaikan mencapai 22 persen di seluruh dunia. Sementara itu, di Indonesia,  dari tahun 1953 sampai 2022,  kejadian bencana banjir dan longor rata-rata naik 23,2 persen. Walhasil, Indonesia menjadi  negara  nomor  tiga di dunia, di bawah  China dan India yang sering terkena bencana banjir dan longsor (Budianto, dkk, 2023). read more

1234
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY