Transformasi digital telah mengubah cara produksi, distribusi, dan konsumsi informasi di berbagai sektor, termasuk pertanian. Di Indonesia, pertanian tetap menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat. Sensus Pertanian 2023 mencatat ada 29,36 juta penduduk yang bekerja di sektor ini dengan 28,19 juta unit usaha pertanian (BPS, 2023). Dari jumlah tersebut, sekitar 24% pelaku usaha adalah perempuan, baik sebagai pengelola maupun pekerja keluarga.
Meski kontribusi perempuan signifikan, akses mereka terhadap pelatihan, teknologi, dan pengambilan keputusan masih terbatas. Diskursus gender menunjukkan perempuan kerap hanya terlibat pada tahap produksi, sementara akses terhadap modal, teknologi, dan pemasaran lebih banyak dikuasai laki-laki (Puspitawati et al., 2020). Perempuan memiliki peran kuat dalam usaha tani skala kecil, tetapi adopsi inovasi berbasis teknologi masih belum optimal karena dukungan sosial dan faktor struktural lainnya (Anastana, Hariadi, & Kriska, 2021).