Universitas Gadjah Mada
  • Article
    • Perubahan Iklim
    • Revolusi Digital
    • Pandemi
    • Brief Article
  • E-Book
  • Siniar
  • Video
  • Agenda
  • Berkontribusi
  • Tentang Megashift
  • Beranda
  • Rizky Alif Alfian
  • Rizky Alif Alfian
  • page. 4
Arsip:

Rizky Alif Alfian

Umat Tuhan yang Kini Selalu Terhubung: Hiperkonektivitas pada Umat Kristen Indonesia di Era Digital

brief articleRevolusi Digital Monday, 28 November 2022

Kemajuan teknologi komunikasi membawa masyarakat untuk masuk ke dalam situasi yang disebut dengan hiperkonektivitas (hyperconnectivity). Hiperkonektivitas adalah keadaan di mana masyarakat selalu terhubung dan dapat berinteraksi dengan siapa saja melalui teknologi, bisa mengakses berbagai macam teknologi komunikasi kapan saja dan di mana saja, kaya akan informasi yang bahkan melebihi kapasitas konsumsi seseorang, serta selalu merekam berbagai aktivitas yang dijalani, baik secara daring maupun luring (Fredette, dkk, 2012). Hiperkonektivitas memiliki dampak yang spesifik dan unik pada kelompok masyarakat tertentu. Salah satunya adalah kelompok keagamaan di Indonesia, negara religius yang jumlah penetrasi telepon genggam lebih besar daripada jumlah penduduk secara keseluruhan (We Are Social, 2015, dalam Epafras, 2016). read more

Komunitas Dukungan Online dan Implikasinya Terhadap Kesehatan Individu: Kajian Komunikasi Kesehatan

brief articleRevolusi Digital Monday, 24 October 2022

Pandemi Covid-19 di Indonesia telah terjadi hampir lebih dua tahun dan masih belum akan selesai di waktu yang dekat ini. Di Indonesia, salah satu perubahan yang paling menonjol adalah cara pandang antar sesama, khususnya pandangan negatif terhadap individu yang terinfeksi Covid-19 (penyintas). Fenomena tersebut tentu saja menimbulkan perasaan negatif seperti cemas, depresi, stres, dan ketidakpercayaan diri, yang secara tidak langsung berimplikasi terhadap kesehatan mental. Permasalahan stigma kesehatan telah banyak terjadi sebelum Covid-19 muncul, seperti yang muncul pada penyintas kanker prostat, kanker payudara, HIV-AIDS dan penyakit lainya. Berbagai penyintas penyakit tersebut masih merasakan diskriminasi karena stigma yang melekat pada diri mereka. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebenarnya hadir menjadi jawaban dari permasalahan di atas, khususnya dalam mendorong agar para penyintas dapat kembali hidup seperti semula tanpa ada perasaan negatif karena stigma. Artikel ini fokus pada bagaimana hadirnya komunitas dukungan online dapat menjadi wadah bagi penyintas untuk bersosialisasi, terutama di tengah stigma dan isolasi yang mereka hadapi. Tulisan ini ingin mengeksplorasi komunitas dukungan online dan implikasinya bagi kesehatan individu. read more

1234
Universitas Gadjah Mada

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY