Proses kandidasi Bakal Calon Presiden (Bacapres) di Indonesia masih cenderung dilakukan secara elitis karena belum benar-benar melibatkan masyarakat. Revolusi digital lantas dianggap mampu membongkar proses elitis tersebut meski harus dilakukan secara gradual. Melalui media sosial, misalnya, masyarakat berbondong-bondong untuk menyatakan dukungan atau penolakan terhadap para kandidat Bacapres yang dipromosikan oleh partai politik (parpol).
[flipbook height=”950″ pdf=” https://megashift.fisipol.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/1571/2022/10/2022-10__01-01.pdf “].