Community Based Tourism atau sering disingkat sebagai CBT merupakan aktivitas pariwisata yang dimiliki dan dioperasikan komunitas masyarakat yang berkontribusi pada kesejahteraan komunitas melalui dukungan pada kehidupan berkelanjutan serta perlindungan lingkungan, tradisi, dan warisan budaya (ASEAN, 2016:2). Konsep ini hadir merespon perkembangan industri pariwisata yang cenderung dikuasai sektor privat dan tidak memberi hasil signifikan kepada masyarakat setempat (Ambardi dkk., 2019: 9). Meski membawa banyak dampak positif, pengelolaan pariwisata berkelanjutan ini juga memiliki banyak tantangan. Salah satunya adalah ketidakstabilan keuntungan finansial akibat rendahnya kemampuan pemasaran (Boonratana, 2011) dan sulitnya menjangkau pasar (Ngo dkk, 2018). Jika tidak segera diatasi, ketidakstabilan finansial ini dapat mengancam keberlangsungan CBT. Untuk itu, CBT memerlukan strategi pemasaran yang sesuai dengan ketersediaan sumber daya komunitas dan kebutuhan wisatawan.
Arsip: